Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
0

Materi Kimia Kelas X - Elektrolit dan Nonelektrolit dan Biloks

Kamis, 23 Februari 2012
maaf kali ini gabisa panjang lebar, emang terlalu sibuk saya nya hehe. langsung aja sobat yang mau download click link download yang sudah saya cantumkan.




Download Kimia - Redoks


Bila ada link error, salah file atau lainnya silakan berkomentar saja agar saya cepat memperbaiki link tersebut. Sebagai tanda terima kasihnya semoga sobat mau memfollow dan menshare blog saya. Dan saya sangat memperbolehkan sobat mengcopy paste postingan saya, asalkan sobat blogger mencantumkan link sumber :)
0

Keunggulan dan Kelemahan dari sejarah teori-teori Sistem Periodik

Selasa, 16 Agustus 2011
Dalam sejarah sistem periodik, teori-teori yang dimunculkan oleh para ahli mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Di sini kita akan ungkap tuntas tentang keunggulan dan kelemahan dari teori teori tersebut. Ayo langsung kita masuk ke topik utama :)


1. Menurut Lavosier

Keunggulannya: Sudah mengelompokan 36 unsur yang ada berdasarkan sifat kimia sehingga bisa dijadikan referensi bagi ilmuwan-ilmuwan setelahnya.

Kelemahannya: Pengelompokannya masih terlalu umum


2. Menurut Johan Wolfgang Dobereiner

Keunggulannya: Adanya keteraturan sikap unsur yang sifatnya mirip massa atom. Unsur yang kedua merupakan massa atom rata-rata di massa atom unsur pertama dan ketiga.

Kelemahannya: Pengelompokan unsur ini kurang efisien dengan adanya beberapa unsur lain dan tidak termasuk dalam kelompok triad padahal sifatnya sama dengan unsur dalam kelompok triad tersebut.


3. Menurut Newlands

Keunggulannya: Dapat mengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif.

Kelemahannya: Dalam kenyataannya masih ditemukan beberapa oktaf yang isinya lebih dari delapan unsur dan penggolongannya ini tidak cocok untuk unsur yang massa atomnya sangat besar.


4. Menurut Ivanovich Mendeleev

Keunggulannya: Mendeleev berani mengosongkan beberapa tempat dengan keyakinan bahwa masih ada unsur yang belum di kenal.

Kelemahannya: Penempatan beberapa unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa atom.


5. Menurut Henry G. Moseley

Keunggulannya: Sifat periodik lebih tepat dikatakan sebagai fungsi nomor atom. Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan nomor atom dan kemiripan sifatnya.

Kelemahannya: Kenaikan massa atom masih ada yang tidak sesuai tetapi semua tertutup oleh keunggulannya.
0

Kenapa Sih Namanya Alkali, Halogen, dan Gas Mulia? Yuk, Bongkar Sejarah Uniknya!



Kenapa Sih Namanya Alkali, Halogen, dan Gas Mulia? Yuk, Bongkar Sejarah Uniknya! 🧪

Halo semuanya! Buat kamu yang pernah (atau sedang) belajar Kimia di sekolah, pasti udah gak asing lagi sama yang namanya Sistem Periodik Tidak Pasti . Itu lho, tabel warna-warni yang berisi singkatan huruf-huruf aneh kayak H, Li, Na, sampai Xe.

 

Selain ngapalin singkatan unsurnya, guru kita biasanya juga nyuruh ngapalin nama golongannya. Ada Alkali , Alkali Tanah , Halogen , sampai Gas Mulia .

 

Pernah kepikiran nggak sih, "Siapa sih yang ngasih nama-nama ini? Kok kayaknya random banget ada unsur kimia dikasih embel-embel 'Tanah' atau 'Mulia' segala?"

 

Tenang, kamu nggak sendirian kok! Nama-nama ini sebenarnya bukan asal jeplak. Ada sejarah unik dan lucu di balik penamaan mereka. Yuk, kita bahas satu-satu pakai bahasa manusia biasa biar mudah Dipahami!



1. Golongan IA : Alkali (Si Abu Pembawa Basa)

Kita mulai dari kolom paling kiri di tabel periodik, yaitu Golongan IA (seperti Litium, Natrium, Kalium). Golongan ini disebut Alkali .

 

Asal usul namanya: Kata "Alkali" itu ternyata berasal dari bahasa Arab kuno, yaitu Al-Qaly yang artinya "abu" (khususnya abu dari tanaman saltwort ).

 

Lho, apa fisika logam kimia sama abu tanaman? Jadi begini, zaman dulu banget, orang-orang Arab dan Mesir kuno sering membakar tanaman tertentu, lalu abunya dicampur sama air. Campuran abu dan air ini ternyata bisa dipakai buat membersihkan kotoran (cikal bakal sabun pertama di dunia!).

 

Para ilmuwan kemudian meneliti abu tersebut dan menemukan bahwa di dalamnya terkandung banyak unsur Natrium (Na) dan Kalium (K). Selain itu, jika unsur-unsur ini dicelupkan ke udara, mereka akan membentuk sifat basa yang kuat. Makanya, sampai sekarang golongan ini diabadikan dengan nama Alkali.



2. Golongan IIA : Alkali Tanah (Basa Tapi "Keras Kepala")

Geser satu kolom ke kanan, kita bertemu Golongan IIA (seperti Magnesium dan Kalsium). Namanya mirip-mirip yang pertama: Alkali Tanah .

 

Asal usul namanya: Kata "Alkali" disematkan karena unsur-unsur ini kalau ketemu air juga bakal menghasilkan sifat basa, bertahan kayak tetangganya di Golongan IA.

 

Terus kenapa ditambahin kata “Tanah”? Nah, ini gara-gara ahli kimia zaman dulu agak kebingungan sama wujud senyawanya. Senyawa dari golongan ini (dulu disebut oksida) mempunyai sifat yang mirip banget sama tanah atau batu:



  • Mereka susah banget larut di dalam air.

 

  • Mereka super tahan panas (nggak meleleh walau dibakar pakai api yang panas banget).

 

Karena sifat fisiknya yang keras kepala mirip tanah di kebun, akhirnya para ilmuwan zaman dulu menyebutnya Alkaline Earths alias Tanah Alkali.



3. Golongan VIIA : Halogen (Si Pembuat Garam)

Lompat agak jauh ke kanan, tepat sebelum kolom paling ujung, ada Golongan VIIA (seperti Fluor, Klor, Brom, Yodium). Golongan ini terkenal dengan nama Halogen .

 

Asal usul namanya: Kata ini murni diambil dari bahasa kuno Yunani. Terdiri dari dua kata, yaitu hals yang artinya "Garam", dan gen yang artinya "Pembuat" atau "Pembentuk". Jadi, Halogen artinya adalah Pembuat Garam .

 

Kok bisa dibilang pembuat garam? Coba tebak, rumus kimia garam dapur yang sering dipakai emak kamu buat masak itu apa? Ya, NaCl (Natrium Klorida). Natrium (Na) diambil dari golongan Alkali, dan Klor (Cl) diambil dari golongan Halogen.

 

Unsur-unsur Halogen ini memang hobinya bereaksi (bergabung) sama logam-logam lain. Dan tiap kali mereka bergabung dengan sama logam, hasil akhirnya pasti berbentuk garam. Sesimpel itu!



4. Golongan VIIIA: Gas Mulia (Si Bangsawan yang Anti Sosial)

Di kolom paling ujung kanan tabel periodik, terdapat kelompok unsur yang bentuknya gas semua, seperti Helium, Neon, Argon, dan Kripton. Mereka ini dijuluki Gas Mulia ( Gas Mulia ).

 

Asal usul namanya: Coba bayangin kehidupan keluarga bangsawan (raja/ratu) di zaman kerajaan. Biasanya mereka itu eksklusif , gak mau bergaul sembarangan atau nikah sama rakyat jelata, kan?

 

Nah, unsur-unsur di Golongan VIIIA ini sifatnya tetap seperti bangsawan yang sombong itu! Di antara semua unsur kimia, mereka adalah unsur yang paling stabil . Mereka udah ngerasa "sempurna" dan gak butuh unsur lain. Makanya, mereka sangat susah (bahkan hampir nggak bisa) bereaksi atau bergabung dengan unsur-unsur kimia lainnya.

 

Karena sifatnya yang anti-sosial dan terkesan eksklusif ini, para ilmuwan mengibaratkan mereka seperti logam mulia (emas atau platina) yang juga awet dan sulit berkarat. Dari situlah tercetus nama Gas Mulia.



Fakta Menarik: Sebelum disebut Gas Mulia, golongan ini sempat disebut "Gas Lembam" ( Gas Inert ) yang artinya gas pemalas, sehingga mereka bereaksi sama dengan unsur lain!

 

Gimana? Ternyata nama-nama di tabel periodik itu bukan sekadar singkatan ribet yang bikin pusing, kan? Kalau kita tahu cerita sejarah di baliknya, belajar kimia itu sebenarnya kayak lagi dengerin dongeng masa lalu aja.

 

Semoga artikel ini bikin kamu nggak penasaran lagi, ya! Jangan lupa share artikel ini ke temen-temen kelas kamu biar mereka juga pada tahu sejarah seru di balik nama-nama unsur kimia!