Kenapa Sih Namanya Alkali, Halogen, dan Gas Mulia? Yuk,
Bongkar Sejarah Uniknya! 🧪
Halo semuanya! Buat kamu yang pernah (atau sedang) belajar
Kimia di sekolah, pasti udah gak asing lagi sama yang namanya Sistem
Periodik Tidak Pasti . Itu lho, tabel warna-warni yang berisi singkatan
huruf-huruf aneh kayak H, Li, Na, sampai Xe.
Selain ngapalin singkatan unsurnya, guru kita biasanya juga
nyuruh ngapalin nama golongannya. Ada Alkali , Alkali Tanah , Halogen
, sampai Gas Mulia .
Pernah kepikiran nggak sih, "Siapa sih yang ngasih
nama-nama ini? Kok kayaknya random banget ada unsur kimia dikasih embel-embel
'Tanah' atau 'Mulia' segala?"
Tenang, kamu nggak sendirian kok! Nama-nama ini sebenarnya
bukan asal jeplak. Ada sejarah unik dan lucu di balik penamaan mereka. Yuk,
kita bahas satu-satu pakai bahasa manusia biasa biar mudah Dipahami!
1. Golongan IA : Alkali (Si Abu Pembawa Basa)
Kita mulai dari kolom paling kiri di tabel periodik, yaitu
Golongan IA (seperti Litium, Natrium, Kalium). Golongan ini disebut Alkali
.
Asal usul namanya: Kata "Alkali" itu
ternyata berasal dari bahasa Arab kuno, yaitu Al-Qaly yang
artinya "abu" (khususnya abu dari tanaman saltwort ).
Lho, apa fisika logam kimia sama abu tanaman? Jadi
begini, zaman dulu banget, orang-orang Arab dan Mesir kuno sering membakar
tanaman tertentu, lalu abunya dicampur sama air. Campuran abu dan air ini
ternyata bisa dipakai buat membersihkan kotoran (cikal bakal sabun pertama di
dunia!).
Para ilmuwan kemudian meneliti abu tersebut dan menemukan
bahwa di dalamnya terkandung banyak unsur Natrium (Na) dan Kalium (K). Selain
itu, jika unsur-unsur ini dicelupkan ke udara, mereka akan membentuk sifat basa
yang kuat. Makanya, sampai sekarang golongan ini diabadikan dengan nama Alkali.
2. Golongan IIA : Alkali Tanah (Basa Tapi "Keras
Kepala")
Geser satu kolom ke kanan, kita bertemu Golongan IIA
(seperti Magnesium dan Kalsium). Namanya mirip-mirip yang pertama: Alkali
Tanah .
Asal usul namanya: Kata "Alkali" disematkan
karena unsur-unsur ini kalau ketemu air juga bakal menghasilkan sifat basa,
bertahan kayak tetangganya di Golongan IA.
Terus kenapa ditambahin kata “Tanah”? Nah, ini
gara-gara ahli kimia zaman dulu agak kebingungan sama wujud senyawanya. Senyawa
dari golongan ini (dulu disebut oksida) mempunyai sifat yang mirip banget sama
tanah atau batu:
- Mereka
susah banget larut di dalam air.
- Mereka
super tahan panas (nggak meleleh walau dibakar pakai api yang panas
banget).
Karena sifat fisiknya yang keras kepala mirip tanah di
kebun, akhirnya para ilmuwan zaman dulu menyebutnya Alkaline Earths
alias Tanah Alkali.
3. Golongan VIIA : Halogen (Si Pembuat Garam)
Lompat agak jauh ke kanan, tepat sebelum kolom paling ujung,
ada Golongan VIIA (seperti Fluor, Klor, Brom, Yodium). Golongan ini terkenal
dengan nama Halogen .
Asal usul namanya: Kata ini murni diambil dari bahasa
kuno Yunani. Terdiri dari dua kata, yaitu hals yang artinya
"Garam", dan gen yang artinya "Pembuat" atau
"Pembentuk". Jadi, Halogen artinya adalah Pembuat Garam .
Kok bisa dibilang pembuat garam? Coba tebak, rumus
kimia garam dapur yang sering dipakai emak kamu buat masak itu apa? Ya, NaCl
(Natrium Klorida). Natrium (Na) diambil dari golongan Alkali, dan Klor (Cl)
diambil dari golongan Halogen.
Unsur-unsur Halogen ini memang hobinya bereaksi (bergabung)
sama logam-logam lain. Dan tiap kali mereka bergabung dengan sama logam, hasil
akhirnya pasti berbentuk garam. Sesimpel itu!
4. Golongan VIIIA: Gas Mulia (Si Bangsawan yang Anti
Sosial)
Di kolom paling ujung kanan tabel periodik, terdapat
kelompok unsur yang bentuknya gas semua, seperti Helium, Neon, Argon, dan
Kripton. Mereka ini dijuluki Gas Mulia ( Gas Mulia ).
Asal usul namanya: Coba bayangin kehidupan keluarga
bangsawan (raja/ratu) di zaman kerajaan. Biasanya mereka itu eksklusif ,
gak mau bergaul sembarangan atau nikah sama rakyat jelata, kan?
Nah, unsur-unsur di Golongan VIIIA ini sifatnya tetap
seperti bangsawan yang sombong itu! Di antara semua unsur kimia, mereka adalah
unsur yang paling stabil . Mereka udah ngerasa "sempurna" dan
gak butuh unsur lain. Makanya, mereka sangat susah (bahkan hampir nggak bisa)
bereaksi atau bergabung dengan unsur-unsur kimia lainnya.
Karena sifatnya yang anti-sosial dan terkesan
eksklusif ini, para ilmuwan mengibaratkan mereka seperti logam mulia (emas atau
platina) yang juga awet dan sulit berkarat. Dari situlah tercetus nama Gas
Mulia.
Fakta Menarik: Sebelum disebut Gas Mulia, golongan
ini sempat disebut "Gas Lembam" ( Gas Inert ) yang artinya gas
pemalas, sehingga mereka bereaksi sama dengan unsur lain!
Gimana? Ternyata nama-nama di tabel periodik itu bukan
sekadar singkatan ribet yang bikin pusing, kan? Kalau kita tahu cerita sejarah
di baliknya, belajar kimia itu sebenarnya kayak lagi dengerin dongeng masa lalu
aja.
Semoga artikel ini bikin kamu nggak penasaran lagi, ya!
Jangan lupa share artikel ini ke temen-temen kelas kamu biar mereka juga
pada tahu sejarah seru di balik nama-nama unsur kimia!

0 comments:
Posting Komentar